AyatTentang Bersyukur - Alhamdulillah setelah kemarin kita membahas tentang pengertian Al-Qur'an, kali ini akan membahas ayat tentang bersyukur. Rasa syukur merupakan bentuk pengakuan seorang hamba. Bahwa setiap nikmat yang diterimanya ada keterlibatan Allah dibalik itu semua. Dengan itu sunggu sangat banyak karunia dan nikmat yang telah Allah berikan kepada hambanya, sehingga dikatakan

Sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat dan pemberian Allah SWT. Bahkan di dalam Al Quran juga telah disebutkan bahwa jika kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kita. Doa mensyukuri nikmat Sebegai mana firman Allah tersebut tertulis dalam surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi sebagai berikut wa iz ta’azzana rabbukum la’in syakartum la’aziidannakum wa la’ing kafartum inna azaabii lasyadiid Artinya “Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Dalam tafsir Al-Quran surat Ibrahim Nabi Musa berkata, “Ingatlah manakala Rabb kalian memberitahu kalian secara pasti, jika kalian bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya yang telah Ia berikan kepada kalian, niscaya Ia akan menambahkan nikmat dan karuniaNya kepada kalian. Akan tetapi jika kalian mengingkari nikmat-nikmat-Nya atas kalian dan kalian tidak mensyukurinya, maka azab Allah atas siapa yang mengingkari nikmat-nikmat-Nya dan tidak mensyukurinya benar-benar berat.” Berikut ini adalah lafadz bacaan doa untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakalattii an’amta alayya wa alaa waalidayya wa an a’mala soolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ibadikash soolihiin. Artinya “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh” Namun, selain doa singkat dan ringkas di atas, ada pula doa lain yang dapat kita amalkan untuk mensyukuri nikmat Allah. Silakan Naisha mate baca doa berikut ini tentunya dalam keadaan suci dari hadats dan najis. Makna yang terkandung dalam doa berikut ini adalah untuk kita bersyukur terhadap berkat dan rahmat yang diberikan Allah SWT kepada kita, dan orang-orang di sekeliling kita. Surat An-Naml ayat 19 فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ Fa tabassama daahikam ming qaulihaa wa qaala rabbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta alayya wa alaa waalidayya wa an a’mala saalihan tardaahu wa adkhilnii birahmatika fii ibaadikas-saalihiin Artinya “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dan dia berdoa “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” Surat Al-Ahqaf ayat 15 وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ Wa wassainal-insaana biwaalidaihi ihsaanaa, hamalat-hu ummuhu kurhaw wa wada’at-hu kurhaa, wa hamluhu wa fisaaluhu salaasuna syahraa, hattaa izaa balaga asyuddahu wa balaga arba’iina sanatang qaala rabbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta alayya wa alaa waalidayya wa an a’mala saalihan tardaahu wa aslih lii fii zurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal-muslimiin Artinya “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Cara Mensyukuri Nikmat Allah Selalu bersyukur dengan apa yang Allah berikan Sudah sepatutnya kita bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan. Karena segala nikmat yang kita miliki datangnya dari Allah SWT. Mensyukuri nikmat secara lisan Barang siapa yang mensyukuri nikmat, maka lisannya akan senantiasa berdzikir kepada Allah serta mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk pujian atas nikmat yang sudah diberikan Allah. Bersyukurdengan anggota tubuh Mensyukuri dengan anggota tubuh adalah dengan meakukan ketaatan pada perintah Allah. Dan menjauhkan diri kita dari perbuatan kemaksiatan. Bersyukur dengan amal perbuatan Mensyukuri dengan amal perbuatan dapat kita lakukan dengan menjalankan segala yang diperintahkan oleh Allah. Perintah yang dimaksud di sini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah yang bersifat wajib, sunnah dan juga mubah. Selalu bersyukur dengan memuji Allah Bersyukur juga bisa dilakukan dengan memuji Allah atas segala karunia dan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Mensyukuri Dengan Pola Hidup Sehat Menjalankan pola hidup sehat adalah salah satu wujud syukur kita kepada Allah. Bersyukur karena telah diberikan kesehatan dan masih diberi kehidupan hingga saat ini. Mensyukuri nikmat Allah dengan pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara berolah raga, makan makanan yang sehat, tidur yang cukup dan menjaga stamina kita agar imun kita tetap bagus, terlebih dimasa pandemi covid-19 ini. Dengan cara menjaga kebersihan “Annadha fatu minal iman” yang artinya kebersihan adalah sebagian dari iman. Sebagai seorang muslim tentu kita tidak asing dengan kalimat tersebut. Kita menjaga kebersihan berarti juga menjaga kesehatan. Taat menjalankan ibadah Dengan taat beribadah kepada Allah, kita akan dapat lebih mensyukuri nikmat yang kita dapatkan. Karena mewujudkan segala amal kebaikan adalah tanda rasa syukur kita kepada Allah SWT. Dan artinya kita sadar behwa semuanya datang dari Allah. Baca juga Doa Meminta Rezeki lengkap dengan Latin beserta Artinya Pencarian Berdasarkan Kata KunciAl qur\an surat apa rabbi auzi\ni an asykura, doa syukur nimat, Robbi au, robby auzini an asykuro nikmatikallati, ya rob tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah engkau anugerahkan kepada ibu bapak ku Post Views 1,396
Mensyukurinikmat dengan cara menyadari nikmat itu dari Allah SWT. Wednesday,1 Rajab 1443 / 02 February 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar. Al-Quran Digital. Indeks. Networks retizen.id repjabar.co.id repjogja.co.id. Kanal News. Politik Hukum
Kata bijak mensyukuri makanan yang berkesan Sumber Foto Unsplash/R Eris PrayatamaMakanan adalah kebutuhan pokok manusia sekaligus sumber energi untuk beraktivitas. Maka dari itu, kita patut bersyukur atas makanan yang bisa kita nikmati. Kata bijak mensyukuri makanan yang berkesan dapat mendorong kita untuk terus bersyukur. Rasa syukur ini dpaat ditunjukkan dengan menghabiskan semua makanan yang ada di piring atau mangkuk kita. Selain menunjukkan rasa syukur, hal itu juga menjadi bentu ucapan terima kasih kepada koki atau siapa pun yang memasaknya bagi kita. 20 Kata Bijak Mensyukuri Makanan yang BerkesanKata bijak mensyukuri makanan yang berkesan Sumber Foto Unsplash/Mufid MajnunNah, ini dia deretan kata bijak mensyukuri makanan dari para tokoh terkenal yang dikutip dari situs yang bisa digunakan untuk bersyukur 1. "Makanan merupakan anugerah Tuhan bagi kita. Jadi, syukuri dan nikmatilah makanan yang ada."2. "Tak perlu pikirkan rasanya, habiskan saja makananmu untuk memperoleh energi yang baik."3. "Tidak seperti dia, makanan tak pernah mengecewakanku."4. "Aku mendapatkan banyak kebahagiaan dari makanan yang lezat." - Elizabeth Olsen5. "Tiada cinta yang setulus cinta makanan." - George Bernard Shaw6. "Memasak itu sulit. Jadi, ketika ada orang yang memasak untukmu, habiskanlah makanan itu sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih."7. "Makanan adalah tentang memasak dan makan bersama orang-orang yang dicintai." - David Chang8. "Bersyukurlah atas hidup, makanan, kebahagiaan, dan kekuatanmu. Jika kamu tidak punya alasan untuk bersyukur, maka ada yang salah pada dirimu." - Tecumseh9. "Menikmati makanan lezat lebih menyenangkan daripada bergosip." 10. "Jika kamu tidak makanan dari alam, maka bagaimana alam mau memeliharamu?" 11. "Makanan adalah segalanya bagi kita dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia." 12. "Berhentilah sejenak dari apa pun yang sedang kita lakukan dan fokuslah untuk menikmati makanan yang disajikan. Itulah bentuk ucapan syukur." - Luciano Pavarotti13. "Tak perlu peralatan makan dari perak untuk menikmati makanan. Namun, cukup dengan peralatan seadanya dan hati yang bersyukur saja." 14. "Makanan apa pun akan terasa lezat, jika dinikmati dengan rasa syukur." 15. "Orang yang tak mampu bersyukur tidak akan merasakan kenikmatan makanan dari restoran bintang 5 sekalipun." 16. "Tanpa makanan yang cukup, kita tidak akan bisa berpikir dan beraktivitas dengan baik. Maka bersyukurlah atas apa yang dapat kita makan."17. "Makanan menyatukan semua orang dari berbagai kalangan." - Giada De Laurentiis18. "Makanan bukan selalu tentang nutrisi dan kalori, tetapi juga tentang identitas kita sebagai pribadi yang jujur dan mau berbagi." - Louise Fresco19. "Memasak adalah bentuk kejujuran yang membahagiakan orang lain, karena makanan yang enak bisa menimbulkan kebahagiaan." 20. "Makanan ada untuk dinikmati bersama orang-orang tercinta." Mari kita bersyukur atas makanan dan seluruh nikmat yang Tuhan berikan di dalam hidup ini. Semangat! Tinggalmanusia memilih dan memilah mana yang layak untuk dikonsumsi dan mana yang tidak patut. Namun dengan kita mengonsumsi makanan halal akan memperoleh keutamaan, yaitu : 1.Mendapat ridha Allah SWT Setiap muslim harus memakan makanan halal. Sebab dalam makanan halal mendapatkan ridha Allah dan memperoleh keberkahan serta ketenangan hidup.
Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa bersyukur. Lantas apa makna bersyukur dalam islam? Bagaimana cara yang harus kitalakukan untuk bersyukur? Lalu adakah rukun untuk bersyukur? Pengertian kata syukur berasal dari Bahasa arab. Kata syukur memiliki arti berterima kasih, sedangkan kata nikmat artinya suatu pemberian, nikmat dan anugerah. Mensyukuri nikmat Allah SWT, maksudnya berterima kasih kepada-Nya dengan cara mengingat, kemudian menyebutkan nikmat yang telah Allah berikan dan mengangunggan Asma Allah. Nikmat yang Allah berikan kepada manusia sangatlah beragam berntuknya dan tentunya sangat luar biasa. Sebagai contoh, misalkan kita diberikan nikmat oleh Allah dalam mencari rezeki, Allah mudahkan jalan kita dalam mencari rezeki. Kemudain contoh lainnya adalah Allah memberikan kita nikmat sehat sehingga dapat melakukan kegiatan dengan mudah. Salah satu nikmat yang Allah berikan adalah nikmat jasmani. Nikmat ini antara lain berupa bentuk tubuh manusia yang paling baik diantara makhluk lainnya, panca indra, anggota badan, dan berbagai nikmat jasmani lainnya. Kemudian untuk nikmat yang bersifat rohani antara lain roh, akal, perasaan, bahasa, ilmu pengetahuan, perasaan, iman dan islam. Allah SWT berfirman, ”Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya tidaklah dapat kamu menghitungnya” QS. Ibrahim 34 . Oleh sebab itu, maka tepatlah jika Allah SWT mewajibkan kepada setiap umat muslim untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Sebagaimana firman Allah berikut ini “ Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepada-Mu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku” QS. Al-Baqarah 152. Allah telah memerintahkan kita untuk bersyukur sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. Allah SWT berfirman, وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” QS. Luqman 12 Dalam Mawsu’ah Nadhrah An-Na’im 62393 telah disebutkan pengertian syukur secara bahasa lughatan. Syukur itu terdiri dari huruf syin kaaf raa’ yang memiliki makna berupa pujian pada seseorang atas kebaikan yang ia perbuat. Makna bersyukur dalam islam dari Imam Asy-Syaukani rahimahullah ia berkata, “Bersyukur kepada Allah adalah memuji-Nya sebagai balasan atas nikmat yang diberikan dengan cara melakukan ketaatan kepada-Nya” Fath Al-Qadir, 4312. Ibnu Taimiyah rahimahullah juga menyatakan, الشُّكْرُ يَكُوْنُ بِالقَلْبِ وَاللِّسَانُ وَالجَوَارِحُ وَالحَمْدُ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ بِاللِّسَانِ “Syukur haruslah dijalani dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun al-hamdu hanyalah di lisan.” Majmu’ah Al-Fatawa, 11135 Adapun hakikat syukur menurut Ibnul Qayyim dalam Thariq Al-Hijratain hlm. 508 adalah, الثَّنَاءُ عَلَى النِّعَمِ وَمَحَبَّتُهُ وَالعَمَلُ بِطَاعَتِهِ “Memuji atas nikmat dan mencintai nikmat tersebut, serta memanfaatkan nikmat untuk ketaatan.” Al-Munawi rahimahullah berkata, “Syukur itu ada dua tahapan. Pertama adalah bersyukur dengan lisan yaitu memuji pada yang memberikan nikmat. Sedangkan terakhir adalah bersyukur dengan semua anggota badan, yaitu membalas nikmat dengan yang pantas. Orang yang banyak bersyukur asy-syakuur adalah yang mencurahkan usahanya dalam menunaikan rasa syukur dengan hati, lisan, dan anggota badan dalam bentuk meyakini dan mengakui.” Mawsu’ah Nadhrah An-Na’im, 62393 Dalam Madarij As-Salikin 1337, Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan, أَنَّ المَعَاصِي كُلَّهَا مِنْ نَوْعِ الكُفْرِ الأَصْغَرِ فَإِنَّهَا ضِدُّ الشُّكْرِ الَّذِي هُوَ العَمَلُ بِالطَّاعَةِ “Seluruh maksiat termasuk dalam kufur ashghar. Maksiat ini bertolak belakang dengan sikap syukur. Karena bentuk syukur adalah dengan beramal ketaatan.” Ibnul Qayyim dalam Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin hlm. 187, rukun syukur itu ada tiga Mengakui bahwa segala nikmat datangnya dari Allah Memuji Allah atas segala nikmat tersebut. Meminta tolong untuk menggapai ridha dari Allah dengan memanfaatkan nikmat dalam ketaatan. Terdapat beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mensyukuri nikmat terutama nikmat iman dan islam, simak ulasannya berikut ini. Mensyukuri nikmat dengan sepenuh hati Meyakini sepenuh hati bahwa agama islam dan seluruh ajarannya, merupakan sebuah kebenaran termasuk rukun iman, rukun islam, dan ajaran tentang ihsan. Memiliki cita-cita untuk mendapatkan ridho Allah di dunia dan akhirat. Senantiasa mengingat Allah dengan memperbanyak dzikir kepada-Nya. Mencintai Allah dan Rasul-Nya Membersihkan diri dari perbuatan syirik, bid’ah, tahayul dan khurofat serta menghindarkan diri dari perbuatan dosa lainnya. Memelihara hati agar tidak memiliki sifat sombong, dengki, iri hati dan sikap-sikap buruk lainnya. Mensyukuri nikmat Allah dengan ucapan Mengikrarkan diri dalam dua kalimat syahadat, yakni syahadat Tauhid dan syahadat Rasul. Membiasakan diri untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Berdakwah, serta menyeru kepada kebaikan dan mencegah terjadinya kemungkaran. Senantiasa berdzikir kepada Allah dengan melafalkan kalimat-lkalimat tauhid, tasbih, tahmid, takbir, ta’awuds, istigfar, dan tentunya disertai dengan banyak berdoa kepada Allah. Mengajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan ysehingga dapat bermanfaat untuk umat. Memelihara diri untuk senantiasa menjaga tuturkata dan berkata dengan sopan. Saling mendoakan sesame muslim. Mensyukuri nikmat dengan perbuatan Disiplin dalam melakukan sholat dan menjalankan ibadah sebagaimana mestinya. Membayar zakat dan berhaji bagi yang mampu. Berjihad membela Islam dan kaum muslimin apabila hal ini diperlukan. Hendaklah Naishamate menuntut ilmu yang bermanfaat baik bagi dunia maupun akhirat. Melaksanakan kewajiban-kewajiban dalam hidup bermasyarakat, seperti berbakti kepada orang tua, saling mengasihi dan tolong menolong dalam bermasyarakat. Mencari rezeki dengan cara yang halal dan baik. Memeliharadiri agar tidak melakukan kemaksiatan dan perbuatan dosa lainnya. Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai bentuk syukur kita atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Dan tentunya kita juga telah membahas mengenai makna bersyukur dalam islam. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap nikmat yang kita dapatkan. Pencarian Berdasarkan Kata KunciMAKNA BERSYUKUR DALAM ISLAM Post Views 567 Related postsKisah Nabi Hud dan Kaum Aad yang Diabadikan dalam Al-QuranYuk Kita Simak Contoh Doa Restu Pernikahan Kepada Orang Tua KitaKisah Nabi Yakub dan Anak-Anaknya yang Diabadikan dalam Al-QuranBagaimana Hukum Mengucapkan Salam pada Lawan JenisAllah Maha Mendengar Doa Kita, Jangan Pernah Putus AsaDoa Khatam Quran dan Berbagai Keutamaan Membaca Al-Quran
CaraMensyukuri Nikmat Allah Ta'ala بسم الله الرحمن الرحيم Bersyukur atas segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita adalah suatu hal yang diperintahkan Kesehatan adalah hal berharga yang diinginkan oleh seluruh mahluk di dunia ini, bagaimana tidak, jika kita sehat kita dapat menjalani berbagai macam aktifitas dengan baik tanpa ada gangguan sedikit pun. tapi jika sehari saja kita sakit, maka hanya untuk makan saja hasrat untuk menikmati hidangan makanan akan hilang, jika kita sakit rasa nikmat yang biasanya kita dapatkan hanya dari menghirup aroma makanan lezat saja akan tidak berpengaruh sama sekali. alhasil, kita akan kehilangan energi dan kebugaran, lidah yang biasanya sensitif pada rasa nikmatnya makanan hanya akan merasa pahit ketika makan, hal ini tentunya sangat tidak nyaman bukan? agama islam jauh sebelum adanya ilmu kesehatan, telah terlebih dahulu menjelaskan hal ini dengan jelas di al-qur’an, Allah berfirman يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ Artinya “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” dari ayat di atas kita bisa mengambil dua hal penting yang Allah anjurkan dalam makanan, yaitu halal dan baik. Jika ayat tersebut hanya dibaca tanpa dihayati, tentunya tidak membuat kita merenung, tapi cobalah untuk membacanya dengan perhatian yang mendalam, merenungi, dan mulai membayangkan betapa Allah sangat tahu betul dua hal penting untuk dilakukan oleh mahluknya ketika memakan sesuatu, yaitu makanan yang halal dan yang baik Makanan yang Halal Halal Arab حلال‎ ḥalāl; diperbolehkan’ adalah segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan, dalam agama Islam. Maka makanan yang halal adalah makanan yang diizinkan untuk dimakan. Kebalikan dari halal adalah haram yaitu segala sesuatu atau kegiatan yang dilarang untuk digunakan atau dilaksanakan. berikut ini adalah tiga kriteria makanan haram atau yang tidak boleh kita makan Makanan yang dari dzatnya sudah haram, contoh bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas. makanan haram ini sudah tertera dalam al-quran حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ Artinya “ Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. ” Makanan/minuman yang cara mendapatkannya dengan cara yang dilarang, misal makanan curian, maka walaupun makanan itu dzatnya halal tapi karena didapatkan dari hasil mencuri, maka makanan itu menjadi haram. Cara mengolahnya, jika makanan/minuman diolah dengan maksud untuk membuat minuman keras khamr, maka makanan/minuman yang tadinya halal akan menjadi haram karena diolah menjadi minuman haram, yaitu minuman keras. dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa makanan halal adalah makanan yang diizinkan oleh agama islam, makanan yang halal juga berarti makanan yang dari dzat yang halal, pengolahan dan cara mendapatkannya itu juga dengan cara yang HALAL. Maka marilah kita teliti kembali, apakah makanan yang kita makan sudah halal? apakah makanan yang kita makan didapatkan dari harta yang halal? atau apakan makanan yang kita terima dari orang lain saudara, teman, atau siapapun adalah makanan yang halal? hal ini harus kita lakukan mengingat hadis nabi yang menyebutkan قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ جِسْمٍ نَبَتَ مَنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ Rasulullah bersabda “Setiap tubuh daging yang tumbuh dari perkara makanan HARAM, maka NERAKA adalah tempat yang layak baginya.” subhanallah, betapa tegasnya Rasul memperingati umatnya, sampai-sampai neraka menjadi tempat layak bagi pemakan makanan haram. Ada satu kisah yang sangat terkenal, kisah ini datang dari khalifah keduaKhulafaur Rasyidin, beliau adalah Umar bin Khattab. Berikut ini adalah kisah beliau yang sangat waspada pada makanan haram “Abu Bakar ra. memiliki seorang budak yang selalu memberikan sebagian pendapatannya kepada beliau. Suatu hari, ia menghidangkan sedikit makanan kepada Abu Bakar ra.. Lalu beliau mencicipi sedikit makanan itu. Hambanya berkata, “Tuan, biasanya tuan selalu bertanya kepadaku; darimanakah penghasilanmu ini? Namun pada hari ini, tuan tidak menanyakannya.” Jawab Abu Bakar ra., “Itu karena saya merasa sangat lapar, sehingga lupa menanyakannya. Sekarang jelaskanlah tentang makanan ini.” Hambanya menjawab, “Ketika jahiliyah dulu, saya bertemu dengan suatu kaum dan memberi mereka mantera. Mereka berjanji kepadaku akan memberi imbalan atas jasaku. Dan pada hari ini saya melewati perkampungan mereka. Kebetulan mereka sedang melangsungkan pernikahan, jadi mereka memberikan makanan ini kepadaku.” Abu Bakar ra. langsung berteriak, “Kamu nyaris membinasakanku!” Kemudian beliau berusaha memuntahkan makanan yang telah ditelannya itu dengan memasukkan jarinya ke dalam tenggorokan. Tetapi karena lapar yang ia derita, makanan itu sulit dikeluarkan. Lalu ada seseorang yang memberitahu bahwa ia dapat muntah jika minum air sebanyak-banyaknya. Maka beliau minta dibawakan segelas besar air minum. Beliau langsung meminumnya. Ternyata dengan cara itu, ia dapat muntah. Seseorang berkata kepada beliau, “Semoga Allah merahmati tuan. Tuan telah bersusah payah mengeluarkan isi perut tuan, hanya karena sesuap makanan.” Jawab Abu Bakar ra., “Walaupun saya harus kehilangan nyawa untuk mengeluarkan makanan itu, pasti akan tetap kukeluarkan. Saya mendengar sabda Nabi saw., “Badan yang tumbuh dengan makanan haram, maka api neraka adalah pantas untuknya. Saya khawatir, jika dalam badanku ini tumbuh dari makanan ini.” two. Makanan yang Baik Kata Baik’ mempunyai arti yang cukup luas, dalam KBBI saja kata ini mempunyai ten arti yang berbeda, tapi arti kata baik’ dalam konteks ayat tentang makanan yang baik sesuai Kamus Besar Bahasa Republic of indonesia KBBI yaitu berguna; bermanfaat, contoh buku ini sangat — untuk dibaca; air putih sangat — untuk kesehatan;. nah dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa arti baik yang dimaksud adalah makanan yang mempunyai manfaat bagi tubuh kita. Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis makanan, tapi Allah menciptakan makanan yang baik bermanfaat bagi kesehatan kita. Dalam al-quran disebutkan bahwa يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang telah kami rizkikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika hanya kepada-Nyalah engkau menyembah.” perintah Allah tentang memakan makanan yang baik tentunya sangatlah jelas, yaitu makanan yang mengandung manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Makanlah makanan yang kita butuhkan bacabaik,bermanfaat bukan makanan yang kita suka. Terkadang kita lupa, bahkan sering kali terbuai oleh beberapa makanan yang menurut kita baik padahal makanan itu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita, contoh saja daging kambing, daging ini mempunyai manfaat untuk kesehatan tapi daging kambing juga tidak baik untuk orang yang mempunyai penyakit darah tinggi. jadi kata baik’ di sini diperuntukan untuk setiap individu, karena baik untuk orang lain belum tentu baik untuk diri kita, begitu juga sebaliknya baik untuk diri kita belum tentu baik untuk orang lain. Allah memberikan banyak jenis makanan di dunia ini, di sisi lain Allah juga sudah memberikan akal kepada kita untuk berfikir dan memilih makanan mana saja yang HALAL dan BAIK untuk tubuh kita. Semoga bisa menjadi renungan dan memberi manfaat untuk kita agar kita selalu memakan makanan yang HALAL dan BAIK. Amin. 🙂 Referensi

Adapunsyukur dengan lisan yaitu dengan memperbany ak puji syukur kepada Allah sambil membaca Alhamdulil lah. 3. Bersyukur dalam dalam sikap prilaku (Perbuatan) Adapun bersyukur dalam bentuk sikap tingkah laku dan perbuatan adalah dengan menjadikan nikmat-nik mat yang telah Allah berikan padanya sebagai sarana amal ibadah serta menjaga diri

Dalam hidup ini, ada banyak hal yang sudah selayaknya kita syukuri. Waktu yang diberikan kepada kita, napas yang kita hirup, rumah yang menaungi kita, termasuk juga makanan yang kita santap. Sejatinya, rasa syukur akan membuat hidup kita lebih berkah dan makanan yang kita santap terasa lebih nikmat. Untuk meraih kenikmatan tersebut, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri makanan yang kita peroleh. Berikut beberapa cara mensyukuri makanan yang sebaiknya kita terapkan. 1. Tidak mencela makanan Jika kita tidak menyukai makanan yang disediakan atau mendapati rasanya tidak cocok dengan lidah kita, cukuplah dengan tidak memakannya dan jangan sampai kita mencelanya. Mencela makanan membuat kita terlihat tidak bisa menunjukkan rasa syukur. 2. Tidak menggunakan gawai selagi makan Ketika kita sedang menggunakan gawai, seringkali kita tidak fokus pada apa pun yang di sekitar kita. Perhatian kita akan tersita, sehingga membuat kita sulit untuk mendengar suara-suara di sekitar kita atau luput memperhatikan hal-hal yang ada di sekeliling kita. Menggunakan gawai ketika kita sedang makan akan mengurangi fokus kita terhadap makanan, sehingga kenikmatan dari makanan yang kita santap sering kali terlewatkan. Padahal, menyantap makanan seharusnya menjadi momen istimewa yang kita syukuri, karena orang lain belum tentu mampu menyantap makanan seperti yang kita nikmati sekarang. Simpanlah gawai ketika kita sedang makan. Maknai setiap suapan sebagai karunia yang Tuhan berikan. Kita mungkin kerap tidak menyadarinya, tapi apa pun makanan yang kita santap dapat menjadi sumber kebahagiaan jika kita mampu mensyukurinya. 3. Tidak membuang-buang makanan Membuang-buang makanan adalah perilaku tidak terpuji yang harus kita hindari. Jika kita tidak yakin bisa menghabiskannya, lebih baik kita mengambil makanan secukupnya terlebih dahulu dan menambahnya jika masih kurang. Jangan sampai makanan jadi mubazir, padahal masih ada banyak orang yang tidak bisa makan. Demikian tiga cara mensyukuri makanan. Mulai saat ini, mari membiasakan diri untuk mensyukuri sekecil apa pun hal yang kita peroleh dalam hidup kita. Makan mungkin menjadi kegiatan sehari-hari yang terasa biasa saja, padahal jika kita telaah, hal itu merupakan suatu karunia yang harus disyukuri.
Adatiga cara bersyukur yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah di dalam kitab Al Qaulul Mufid (1/268), yaitu: 1. Bersyukur dengan hati. Yaitu dengan meyakini dan mengakui bahwa segala nikmat yang dia dapatkan pada hakikatnya adalah berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala semata.
Menurut bahasa syukur adalah merupakan pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut. Sepertia mengucapkan hamdalah setelah menikmati sesuatu, atau mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberi sesuatu. Secara bahasa perbuatan seperti ini disebut syukur. Sedangkan pengertian bersyukur dalam agama adalah mempergunakan nikmat sesuai dengan maksud diberikannya nikmat itu oleh pemberinya. Pemberi semua nikmat adalah Allah Swt. Jika kita merenung sejenak, maka kita akan bisa menyadari bahwa kita semua ini dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Dalam hitungan waktu ,setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan dari Allah Swt tak terhenti yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup. Karena itu setiap saat kita dituntut bersyukur kepada Allah Swt dengan mengakui dalam hati dan menggunakannya dalam kebaikan sesuai tuntunan syariat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mensyukuri nikmat Allah Swt. Secara garis besar, mensyukuri nikmat ini dapat dilakukan dengan tiga cara. Adapun cara mensyukuri nikmat adalah sebagai berikut 1. Mensyukuri Nikmat Allah Swt Melalui Hati. Cara bersyukur kepada Allah Swt dengan hati ini maksudnya adalah dengan mengakui, mengimani dan meyakini sepenuh hati bahwa segala bentuk kenikmatan ini datangnya hanya dari Allah Swt semata. 2. Mensyukuri Nikmat Allah Swt dengan Melalui Lisan. Cara mensyukuri nikmat Allah Swt dengan lisan adalah dengan kita memperbanyak ucapan alhamdulillah segala puji milik Allah wasysyukru lillah dan segala bentuk syukur juga milik Allah Swt. 3. Mensyukuri Nikmat Allah Swt dengan Perbuatan. Cara mensyukuri nikmat Allah Swt dengan perbuatan yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarangNya. PerintahNya termasuk segala hal yang yang berhubungan dalam rangka menunaikan perintah-perintah Allah Swt, baik perintah itu yang bersifat wajib, maupun sunnah. Dan juga dengan meniatkan melakukan perkara-perkara mubah untuk mendukung, memperkuat dan memudahkan perkara yang wajib atau sunnat. Bersyukur kepada Allah Swt pada hakikatnya didasarkan atas pengakuan kita bahwasannya segala kenikmatan yang ada pada diri kita dan semua makhluk ciptaanNya adalah berasal dari Allah Swt. Karena itu kepadaNyalah semua kenikmatan itu harus digunakan. Yaitu dengan cara menggunakan semua karunia sesuai keinginan dan maksud tujuan Allah Swt yang memberikan nikmat tersebut. Syukur dengan hati, lisan dan perbuatan ini hendaklah terefleksi dan tercermin pada setiap momentum yang bersifat nyata, bahkan yang tersamar sekalipun. Contoh cerminan sikap mensyukuri nikmat Allah yang tampak secara lahir ini dapat dilihat dalam sikap Nabi Sulaiman as saat ia mendapati singgasana Bilqis telah ada di sampingnya dalam sekejap mata. Saat itu Nabi Sulaiman langsung berkata,هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ "Ini adalah anugerah Allah. Dia bermaksud mengujiku, adakah aku bersyukur ataukah aku kufur." QS. An-Naml 40 Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang tiga cara bersyukur atas nikmat Allah Swt. Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang bersyukur dan di jauhkan dari sifat-sifat orang yang kufur nikmat. Aamiin. AyatAl Quran Tentang Bersyukur - Kita sebagai hamba-Nya diwajibkan untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita baik yang kita sadari maupun yang belum kita sadari pemberian itu bisa berupa rezeki, keluarga, kesehatan dan masih banyak lagi dai banung tidur hingga bangun pagi lagi. ALLAH SWT menjanjikan bagi siapapun yang bersyukur akan ditambah nikmatnya LaluRasulullah berkata kepada ku, "Wahai anakku, bacalah bismillah, makan dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang paling dekat denganmu." Hingga saat ini, tuntunan itu masih aku lakukan setiap kali aku makan. (HR. Bukhari nomor 5376, dan Muslim nomor 2022). Mensyukurinikmat dengan cara menyadari nikmat itu dari Allah SWT. Mensyukuri nikmat dengan cara menyadari nikmat itu dari Allah SWT. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; REPUBLIKA NETWORK; Thursday, 15 Zulhijjah 1443 / 14 July 2022. Menu .
  • fr87xgy4i4.pages.dev/111
  • fr87xgy4i4.pages.dev/440
  • fr87xgy4i4.pages.dev/81
  • fr87xgy4i4.pages.dev/17
  • fr87xgy4i4.pages.dev/194
  • fr87xgy4i4.pages.dev/215
  • fr87xgy4i4.pages.dev/42
  • fr87xgy4i4.pages.dev/106
  • cara mensyukuri nikmat yaitu dengan memakan makanan