CaraMensyukuri Nikmat Allah Ta'ala بسم الله الرحمن الرحيم Bersyukur atas segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita adalah suatu hal yang diperintahkan
Kesehatan adalah hal berharga yang diinginkan oleh seluruh mahluk di dunia ini, bagaimana tidak, jika kita sehat kita dapat menjalani berbagai macam aktifitas dengan baik tanpa ada gangguan sedikit pun. tapi jika sehari saja kita sakit, maka hanya untuk makan saja hasrat untuk menikmati hidangan makanan akan hilang, jika kita sakit rasa nikmat yang biasanya kita dapatkan hanya dari menghirup aroma makanan lezat saja akan tidak berpengaruh sama sekali. alhasil, kita akan kehilangan energi dan kebugaran, lidah yang biasanya sensitif pada rasa nikmatnya makanan hanya akan merasa pahit ketika makan, hal ini tentunya sangat tidak nyaman bukan? agama islam jauh sebelum adanya ilmu kesehatan, telah terlebih dahulu menjelaskan hal ini dengan jelas di al-qur’an, Allah berfirman يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ Artinya “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” dari ayat di atas kita bisa mengambil dua hal penting yang Allah anjurkan dalam makanan, yaitu halal dan baik. Jika ayat tersebut hanya dibaca tanpa dihayati, tentunya tidak membuat kita merenung, tapi cobalah untuk membacanya dengan perhatian yang mendalam, merenungi, dan mulai membayangkan betapa Allah sangat tahu betul dua hal penting untuk dilakukan oleh mahluknya ketika memakan sesuatu, yaitu makanan yang halal dan yang baik Makanan yang Halal Halal Arab حلال ḥalāl; diperbolehkan’ adalah segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan, dalam agama Islam. Maka makanan yang halal adalah makanan yang diizinkan untuk dimakan. Kebalikan dari halal adalah haram yaitu segala sesuatu atau kegiatan yang dilarang untuk digunakan atau dilaksanakan. berikut ini adalah tiga kriteria makanan haram atau yang tidak boleh kita makan Makanan yang dari dzatnya sudah haram, contoh bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas. makanan haram ini sudah tertera dalam al-quran حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ Artinya “ Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. ” Makanan/minuman yang cara mendapatkannya dengan cara yang dilarang, misal makanan curian, maka walaupun makanan itu dzatnya halal tapi karena didapatkan dari hasil mencuri, maka makanan itu menjadi haram. Cara mengolahnya, jika makanan/minuman diolah dengan maksud untuk membuat minuman keras khamr, maka makanan/minuman yang tadinya halal akan menjadi haram karena diolah menjadi minuman haram, yaitu minuman keras. dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa makanan halal adalah makanan yang diizinkan oleh agama islam, makanan yang halal juga berarti makanan yang dari dzat yang halal, pengolahan dan cara mendapatkannya itu juga dengan cara yang HALAL. Maka marilah kita teliti kembali, apakah makanan yang kita makan sudah halal? apakah makanan yang kita makan didapatkan dari harta yang halal? atau apakan makanan yang kita terima dari orang lain saudara, teman, atau siapapun adalah makanan yang halal? hal ini harus kita lakukan mengingat hadis nabi yang menyebutkan قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ جِسْمٍ نَبَتَ مَنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ Rasulullah bersabda “Setiap tubuh daging yang tumbuh dari perkara makanan HARAM, maka NERAKA adalah tempat yang layak baginya.” subhanallah, betapa tegasnya Rasul memperingati umatnya, sampai-sampai neraka menjadi tempat layak bagi pemakan makanan haram. Ada satu kisah yang sangat terkenal, kisah ini datang dari khalifah keduaKhulafaur Rasyidin, beliau adalah Umar bin Khattab. Berikut ini adalah kisah beliau yang sangat waspada pada makanan haram “Abu Bakar ra. memiliki seorang budak yang selalu memberikan sebagian pendapatannya kepada beliau. Suatu hari, ia menghidangkan sedikit makanan kepada Abu Bakar ra.. Lalu beliau mencicipi sedikit makanan itu. Hambanya berkata, “Tuan, biasanya tuan selalu bertanya kepadaku; darimanakah penghasilanmu ini? Namun pada hari ini, tuan tidak menanyakannya.” Jawab Abu Bakar ra., “Itu karena saya merasa sangat lapar, sehingga lupa menanyakannya. Sekarang jelaskanlah tentang makanan ini.” Hambanya menjawab, “Ketika jahiliyah dulu, saya bertemu dengan suatu kaum dan memberi mereka mantera. Mereka berjanji kepadaku akan memberi imbalan atas jasaku. Dan pada hari ini saya melewati perkampungan mereka. Kebetulan mereka sedang melangsungkan pernikahan, jadi mereka memberikan makanan ini kepadaku.” Abu Bakar ra. langsung berteriak, “Kamu nyaris membinasakanku!” Kemudian beliau berusaha memuntahkan makanan yang telah ditelannya itu dengan memasukkan jarinya ke dalam tenggorokan. Tetapi karena lapar yang ia derita, makanan itu sulit dikeluarkan. Lalu ada seseorang yang memberitahu bahwa ia dapat muntah jika minum air sebanyak-banyaknya. Maka beliau minta dibawakan segelas besar air minum. Beliau langsung meminumnya. Ternyata dengan cara itu, ia dapat muntah. Seseorang berkata kepada beliau, “Semoga Allah merahmati tuan. Tuan telah bersusah payah mengeluarkan isi perut tuan, hanya karena sesuap makanan.” Jawab Abu Bakar ra., “Walaupun saya harus kehilangan nyawa untuk mengeluarkan makanan itu, pasti akan tetap kukeluarkan. Saya mendengar sabda Nabi saw., “Badan yang tumbuh dengan makanan haram, maka api neraka adalah pantas untuknya. Saya khawatir, jika dalam badanku ini tumbuh dari makanan ini.” two. Makanan yang Baik Kata Baik’ mempunyai arti yang cukup luas, dalam KBBI saja kata ini mempunyai ten arti yang berbeda, tapi arti kata baik’ dalam konteks ayat tentang makanan yang baik sesuai Kamus Besar Bahasa Republic of indonesia KBBI yaitu berguna; bermanfaat, contoh buku ini sangat — untuk dibaca; air putih sangat — untuk kesehatan;. nah dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa arti baik yang dimaksud adalah makanan yang mempunyai manfaat bagi tubuh kita. Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis makanan, tapi Allah menciptakan makanan yang baik bermanfaat bagi kesehatan kita. Dalam al-quran disebutkan bahwa يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang telah kami rizkikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika hanya kepada-Nyalah engkau menyembah.” perintah Allah tentang memakan makanan yang baik tentunya sangatlah jelas, yaitu makanan yang mengandung manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Makanlah makanan yang kita butuhkan bacabaik,bermanfaat bukan makanan yang kita suka. Terkadang kita lupa, bahkan sering kali terbuai oleh beberapa makanan yang menurut kita baik padahal makanan itu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita, contoh saja daging kambing, daging ini mempunyai manfaat untuk kesehatan tapi daging kambing juga tidak baik untuk orang yang mempunyai penyakit darah tinggi. jadi kata baik’ di sini diperuntukan untuk setiap individu, karena baik untuk orang lain belum tentu baik untuk diri kita, begitu juga sebaliknya baik untuk diri kita belum tentu baik untuk orang lain. Allah memberikan banyak jenis makanan di dunia ini, di sisi lain Allah juga sudah memberikan akal kepada kita untuk berfikir dan memilih makanan mana saja yang HALAL dan BAIK untuk tubuh kita. Semoga bisa menjadi renungan dan memberi manfaat untuk kita agar kita selalu memakan makanan yang HALAL dan BAIK. Amin. 🙂 Referensi
Adapunsyukur dengan lisan yaitu dengan memperbany ak puji syukur kepada Allah sambil membaca Alhamdulil lah. 3. Bersyukur dalam dalam sikap prilaku (Perbuatan) Adapun bersyukur dalam bentuk sikap tingkah laku dan perbuatan adalah dengan menjadikan nikmat-nik mat yang telah Allah berikan padanya sebagai sarana amal ibadah serta menjaga diri
Dalam hidup ini, ada banyak hal yang sudah selayaknya kita syukuri. Waktu yang diberikan kepada kita, napas yang kita hirup, rumah yang menaungi kita, termasuk juga makanan yang kita santap. Sejatinya, rasa syukur akan membuat hidup kita lebih berkah dan makanan yang kita santap terasa lebih nikmat. Untuk meraih kenikmatan tersebut, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri makanan yang kita peroleh. Berikut beberapa cara mensyukuri makanan yang sebaiknya kita terapkan. 1. Tidak mencela makanan Jika kita tidak menyukai makanan yang disediakan atau mendapati rasanya tidak cocok dengan lidah kita, cukuplah dengan tidak memakannya dan jangan sampai kita mencelanya. Mencela makanan membuat kita terlihat tidak bisa menunjukkan rasa syukur. 2. Tidak menggunakan gawai selagi makan Ketika kita sedang menggunakan gawai, seringkali kita tidak fokus pada apa pun yang di sekitar kita. Perhatian kita akan tersita, sehingga membuat kita sulit untuk mendengar suara-suara di sekitar kita atau luput memperhatikan hal-hal yang ada di sekeliling kita. Menggunakan gawai ketika kita sedang makan akan mengurangi fokus kita terhadap makanan, sehingga kenikmatan dari makanan yang kita santap sering kali terlewatkan. Padahal, menyantap makanan seharusnya menjadi momen istimewa yang kita syukuri, karena orang lain belum tentu mampu menyantap makanan seperti yang kita nikmati sekarang. Simpanlah gawai ketika kita sedang makan. Maknai setiap suapan sebagai karunia yang Tuhan berikan. Kita mungkin kerap tidak menyadarinya, tapi apa pun makanan yang kita santap dapat menjadi sumber kebahagiaan jika kita mampu mensyukurinya. 3. Tidak membuang-buang makanan Membuang-buang makanan adalah perilaku tidak terpuji yang harus kita hindari. Jika kita tidak yakin bisa menghabiskannya, lebih baik kita mengambil makanan secukupnya terlebih dahulu dan menambahnya jika masih kurang. Jangan sampai makanan jadi mubazir, padahal masih ada banyak orang yang tidak bisa makan. Demikian tiga cara mensyukuri makanan. Mulai saat ini, mari membiasakan diri untuk mensyukuri sekecil apa pun hal yang kita peroleh dalam hidup kita. Makan mungkin menjadi kegiatan sehari-hari yang terasa biasa saja, padahal jika kita telaah, hal itu merupakan suatu karunia yang harus disyukuri.
Adatiga cara bersyukur yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah di dalam kitab Al Qaulul Mufid (1/268), yaitu: 1. Bersyukur dengan hati. Yaitu dengan meyakini dan mengakui bahwa segala nikmat yang dia dapatkan pada hakikatnya adalah berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala semata.
Menurut bahasa syukur adalah merupakan pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut. Sepertia mengucapkan hamdalah setelah menikmati sesuatu, atau mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberi sesuatu. Secara bahasa perbuatan seperti ini disebut syukur. Sedangkan pengertian bersyukur dalam agama adalah mempergunakan nikmat sesuai dengan maksud diberikannya nikmat itu oleh pemberinya. Pemberi semua nikmat adalah Allah Swt. Jika kita merenung sejenak, maka kita akan bisa menyadari bahwa kita semua ini dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Dalam hitungan waktu ,setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan dari Allah Swt tak terhenti yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup. Karena itu setiap saat kita dituntut bersyukur kepada Allah Swt dengan mengakui dalam hati dan menggunakannya dalam kebaikan sesuai tuntunan syariat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mensyukuri nikmat Allah Swt. Secara garis besar, mensyukuri nikmat ini dapat dilakukan dengan tiga cara. Adapun cara mensyukuri nikmat adalah sebagai berikut 1. Mensyukuri Nikmat Allah Swt Melalui Hati. Cara bersyukur kepada Allah Swt dengan hati ini maksudnya adalah dengan mengakui, mengimani dan meyakini sepenuh hati bahwa segala bentuk kenikmatan ini datangnya hanya dari Allah Swt semata. 2. Mensyukuri Nikmat Allah Swt dengan Melalui Lisan. Cara mensyukuri nikmat Allah Swt dengan lisan adalah dengan kita memperbanyak ucapan alhamdulillah segala puji milik Allah wasysyukru lillah dan segala bentuk syukur juga milik Allah Swt. 3. Mensyukuri Nikmat Allah Swt dengan Perbuatan. Cara mensyukuri nikmat Allah Swt dengan perbuatan yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarangNya. PerintahNya termasuk segala hal yang yang berhubungan dalam rangka menunaikan perintah-perintah Allah Swt, baik perintah itu yang bersifat wajib, maupun sunnah. Dan juga dengan meniatkan melakukan perkara-perkara mubah untuk mendukung, memperkuat dan memudahkan perkara yang wajib atau sunnat. Bersyukur kepada Allah Swt pada hakikatnya didasarkan atas pengakuan kita bahwasannya segala kenikmatan yang ada pada diri kita dan semua makhluk ciptaanNya adalah berasal dari Allah Swt. Karena itu kepadaNyalah semua kenikmatan itu harus digunakan. Yaitu dengan cara menggunakan semua karunia sesuai keinginan dan maksud tujuan Allah Swt yang memberikan nikmat tersebut. Syukur dengan hati, lisan dan perbuatan ini hendaklah terefleksi dan tercermin pada setiap momentum yang bersifat nyata, bahkan yang tersamar sekalipun. Contoh cerminan sikap mensyukuri nikmat Allah yang tampak secara lahir ini dapat dilihat dalam sikap Nabi Sulaiman as saat ia mendapati singgasana Bilqis telah ada di sampingnya dalam sekejap mata. Saat itu Nabi Sulaiman langsung berkata,هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ "Ini adalah anugerah Allah. Dia bermaksud mengujiku, adakah aku bersyukur ataukah aku kufur." QS. An-Naml 40 Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang tiga cara bersyukur atas nikmat Allah Swt. Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang bersyukur dan di jauhkan dari sifat-sifat orang yang kufur nikmat. Aamiin.
AyatAl Quran Tentang Bersyukur - Kita sebagai hamba-Nya diwajibkan untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita baik yang kita sadari maupun yang belum kita sadari pemberian itu bisa berupa rezeki, keluarga, kesehatan dan masih banyak lagi dai banung tidur hingga bangun pagi lagi. ALLAH SWT menjanjikan bagi siapapun yang bersyukur akan ditambah nikmatnya
LaluRasulullah berkata kepada ku, "Wahai anakku, bacalah bismillah, makan dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang paling dekat denganmu." Hingga saat ini, tuntunan itu masih aku lakukan setiap kali aku makan. (HR. Bukhari nomor 5376, dan Muslim nomor 2022).
Mensyukurinikmat dengan cara menyadari nikmat itu dari Allah SWT. Mensyukuri nikmat dengan cara menyadari nikmat itu dari Allah SWT. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; REPUBLIKA NETWORK; Thursday, 15 Zulhijjah 1443 / 14 July 2022. Menu
. fr87xgy4i4.pages.dev/111fr87xgy4i4.pages.dev/440fr87xgy4i4.pages.dev/81fr87xgy4i4.pages.dev/17fr87xgy4i4.pages.dev/194fr87xgy4i4.pages.dev/215fr87xgy4i4.pages.dev/42fr87xgy4i4.pages.dev/106
cara mensyukuri nikmat yaitu dengan memakan makanan